OMR Software vs OMR Scanner

Posted in Rubrik dan Teknologi

Apa itu OMR?

OMR kependekan dari Optical Mark Recognition, seringkali juga disebut Optical Mark Reader adalah teknologi data entri yang menangkap data dari yang ditandai oleh manusia seperti ujian, survei, biodata.
Answer Sheet adalah lembar jawaban yang akan dipindai, di Indonesia lazim disebut LJK (Lembar Jawaban Komputer).
Sekolah menggunakan OMR untuk evaluasi soal-soal pilihan ganda dalam berbagai ujian. Banyak perusahaan menggunakan OMR untuk tes rekrutmen pegawai mereka.
Beberapa negara menggunakan OMR untuk mendukung Sistem Tabulasi dalam Pemilu (Pemilihan Umum) untuk mendapatkan perhitungan cepat (Quick Count).
OMR adalah salah satu yg tercepat, metode teraman untuk entri data sampai saat ini.
Manfaat OMR antara lain karena Kemudahan, Kecepatan, dan Kehandalan input data, sehingga ujung-ujungnya akan mengefektifkan biaya.

Ada 2 jenis teknologi OMR, yaitu :

1. OMR Berbasis Hardware : Sistem pengenalan di dalam hardware (Teknologi Lama)

Scanning LJK Ujian Nasional dgn Opscan

Karakteristik nya adalah sbb :

- Menggunakan alat khusus OMR Scanner
- Perlu tenaga ahli membuat LJK, karena ukuran kertas harus sangat presisi, serta ukuran dan jarak
  antar sel harus persis sama dengan sensor di scanner
- LJK harus dicetak warna, tidak boleh difotocopy
- Tidak menghasilkan softcopy Gambar LJK nya, sehingga tidak ada bukti dan tidak terdokumentasi
- Scanning wajib tegak lurus, tidak ada toleransi kemiringan
- Verifikasi data harus melihat fisik LJK
- Pembacaan langsung dari sensor (Sensor based reading - no intelligent)
- Hanya baik untuk isian tebal seperti bulatan, tidak bagus untuk silang atau pun centang
- LJK wajib diisi dengan pensil minimal 2B

2. OMR Berbasis Software : Sistem pengenalan oleh software (Teknologi Baru)

Scanning LJK Ujian Nasional UN SD

Karekteristik nya adalah sbb :

- Menggunakan scanner gambar biasa berpenarik kertas (ADF / Automatic Document Feeder)
- Mudah untuk membuat desain Formulir LJK, ukuran kertas dan sel tidak perlu presisi, dilengkapi
   software form desainer
- LJK Mudah diproduksi oleh mesin fotocopy, risograf, dengan cetak 1 warna, 2 warna, banyak warna
- Menghasilkan softcopy gambar LJK sebagai bukti dan dokumentasi
- Memiliki toleransi kemiringan yang sangat tinggi, pada SMR satu-satunya toleransi 0-360 derajat
- Dapat membaca LJK yang terdistorsi, diperbesar, diperkecil, dipersempit/diperlebar,
   diperpendek/diperpanjang (hasil fotocopy)
- Verifikasi data tidak perlu mencari fisik LJK, cukup melihat gambar LJK
- Pembacaan berbasis software (intelligent), sehingga kecanggihan program menentukan kualitas output data
- Baik untuk segala pengisian, baik bulatan, silang, ataupun centang
- LJK boleh diisi dengan segala alat tulis yang menhitamkan, pensil, bolpen, atau spidol

Tabel Perbandingan Teknologi OMR

 No 

  Faktor 

Teknologi OMR
Berbasis Hardware
 Berbasis Software
 1.  Hardware

 - OMR Data Scanner
 - Infrared Sensor
 - Scan ke Data Teks

 - Image Scanner with ADF
 - Image Sensor
 - Scan ke Gambar/Image

 2.  Software

 - Menerima Data dari Scanner
 - Tidak ada Gambar

 - Menerima Gambar dari Scanner
 - Mengkonversi Gambar to Data

 3.

 Kertas LJK

 - Menggunakan penanda Timing Mark
 - Perlu presisi tinggi
 - LJK tidak dapat difotocopy

 - Menggunakan penanda 4+1 kotak pojok
 - Tidak perlu presisi
 - Bisa difotocopy

 4.

 Pembacaan Data

 - Prosesor di dalam Scanner  - Prosesor dilakukan Software
 5.

 Form Designer

 - Sulit, perlu ahli
 - Lama, perlu banyak penyesuaian hardware

 - Mudah, tidak perlu ahli
 - Cepat, tidak ada penyesuaian

 6.  Akurasi

 - Perlu kondisi tegak/lurus sempurna
 - Toleransi rendah terhadap kemiringan

 - Akurat pada berbagai kondisi
 - Toleransi tinggi terhadap kemiringan

 7.

 Verifikasi Data

 - Sulit, harus lihat fisik LJK

 - Mudah, cukup lihat file gambar

 8.  Kecepatan

 - 60 s.d 200 ppm

 - 10 s.d 200 ppm 

 9.  Marker

 - Hanya Pensil 2B atau Bolpen Tinta
   tergantung sensor terpasang

 - Pensil, bolpen, spidol dan alat tulis
   apapun yang menghitamkan

 10.

 Cara pengisian

 - Harus dengan bulatan
 - Isian harus penuh/tebal

 - Membulatkan, menyilang, mencentang
 - Dapat membaca isian tipis

 11.

 Harga Produk

 - Mahal

 - Murah

 12.

 Biaya Operasional
dan Maintenance

 - Biaya dan waktu scanning tinggi
 - LJK mahal
 - Tergantung vendor scanner
 - Harga komsumabel mahal

 - Biaya dan waktu scanning murah
 - LJK murah
 - Tidak bergantung vendor lagi
 - Harga konsumabel lebih murah

 13.

 Gambar Scanner

 Scanning LJK Ujian Nasional dgn Opscan  Scanning LJK Ujian Nasional UN SD
 14.

 Contoh Merk

 - Opscan / Scantron  - Smart Mark Reader